Hypmetalkid's Personal Blog

Friday, 18 January 2019

A Journey to Mirrorless World

14:28 0
"Ngapain beli DSLR? Mending Mirrorless aja, kecil, ringkes, ga rempong dibawa kemana-mana!" Tukas temen gue waktu gue mengutarakan niat pengen beli DSLR selagi kita ngopi-ngopi ganteng di suatu malam yang cerah di pojokan kota Semarang.

"Emang bagus? kayaknya kok unreliable gitu ya?" Maklum, waktu itu masih tahun 2016, gue masih awam banget sama yang namanya Mirrorless. Sering baca-baca, tapi karena belum nyobain langsung, yaaa gitu deh.

"Nih, cobain punya gue!" tangan kurus hitam itu dengan ajaibnya mengeluarkan sebuah mirrorless dari tas slempang dia yang mungil; sebuah Samsung NX, gue lupa serinya.

"Kecil bener, kaya kamera saku gue, emang bagus?" tanya gue masih ragu-ragu.

"Lah, lo pikir selama ini gue kemana-mana pake apaan? Pake ini doang!"

Sekilas info, temen gue ini adalah hasil kombinasi antara wartawan, komedian, dan selai kacang. Dan gue tau, kerjaan dia menuntut agar hasil potonya memenuhi standar. Gue ga mau nyebut nama dia siapa, ngeri dibacok. gue kasih inisialnya aja: Depannya A, belakangnya E.

Tengahnya D.

Penasaran, gue coba jeprat jepret pake mirrorless dan ternyata, emejing.

Emejing.

Body sekecil itu bisa menghasilkan gambar yang kece badai.

Photo ini diambil dalam kondisi low light.
Sayangnya gue ga tau tipe lensa dan settingan yang dipake. Not Bad ey? 
Penasaran, gue coba baca-baca lagi tentang mirrorless. gue jelas ga mau beli teknologi yang ga futureproof. I want things that last long. Semakin banyak gue membaca, semakin gue menyadari:

Gue jatuh cinta dengan Mirrorless.

BOKEHLICIOUS!!!

Tahun-tahun berlalu dan ternyata kalimat "Gue pengen beli DSLR deh" masih belum nenunjukkan tajinya. Alhasil, sampe tahun 2018 gue masih setia jeprat jepret dengan kamera smartphone. *SAD

Pertengahan tahun 2018, keinginan untuk punya DSLR/mirrorless semakin memuncak. Saking ngidamnya, hampir tiap hari gue browsing baca-baca review, komparasi pengen kamera ini apa itu, bagusan yang ini apa itu dan ajaibnya, setiap kali gue baca review DSLR, gue selalu terngiang-ngiang kalimat bocah satu itu:

"Ngapain beli DSLR..."

"Mending Mirrorless aja..."

RACUN!

Racun kedua yang gue alami adalah budget dimana tantangannya selalu sama: "Nambah dikit lagi dapet itu loh", dengan mental seperti ini, gue yakin, gue bakalan jadi target empuk buat mbak mbak sales dengan segala bujuk rayunya.

Gue sendiri memang agak lembek urusan budget. Tadinya gue set di 8 juta, which is pilihan gue waktu itu adalah A6000, kebetulan di kantor ada yang pake juga. Gue udah nyobain dan ngliat hasilnya oke.

"Tapi kok..."

"Kayaknya tanggung..."

"Nambah sekitar 2-3 jutaan lagi gue bisa dapet A6300 seken, dan teknologinya jelas lebih baik dari A6000. Oke, budget gue 10 juta aja."

"Tapi kok... "

"Nanggung beli seken..."

"Nambah 2-3 jutaan lagi gue dapet A6300 baru. Lebih puas loh beli baru...Oke, budget gue 13 juta"

Gitu terus sampe kiamat.

Pernah kah mengalami seperti itu?

Sampe akhirnya gue nyadar, 8 juta ke 10 juta deket, 10 juta ke 12 juta deket. Tapi 8 ke 12 juta itu jauh, udah naik 50% sendiri. *tepok jidat*

Akhirnya, setelah rajin baca review dengan segala usaha gue untuk mempertahankan budget agar sesuai dengan plan awal, kebeli juga mirrorless...

X-T20 with XF 18-55mm F2.8-4. Harga waktu beli 17.9 Juta...
Image taken from: www.bhphotovideo.com

Aku lemah...
Read More

Thursday, 3 January 2019

Welcome 2019

14:17 0

Hello 2019,

Ga terasa dua tahun berlalu sejak gue berniat untuk aktif kembali di dunia blogging dengan hasil luar biasa...

...mengerikan.

Baiklah, Sebelum gue umbar janji untuk aktif ngeblog di tahun ini, gue pengen refleksi dulu tentang kesalahan yang gue lakuin di beberapa tahun belakangan,

Malam Tahun Baruan di Mercure Hotel Cikini
Captured using Fujifilm X-T20 with 18-55mm lens. ISO 200, F14, 15sec.



bagi yang mau ikutan refleksi, silahkan gunakan panduan ini
image source: Google Image
Ok, first thing first.

Kesalahan pertama yang terus-menerus gue lakukan adalah "Konsistensi", awalnya gue berniat untuk posting 1 artikel per hari. Tapi dengan padatnya kerjaan di kantor, niat tersebut terkikis menjadi "Dua hari sekali aja cukup kayaknya". Lama-lama, "Dua hari sekali" berubah menjadi "Seminggu Sekali" dan seterusnya hingga ternyata dalam setahun gue ga nulis satupun. Total Fail.

Kesalahan kedua adalah, gue labil.
Gue selalu terjebak antara "Wordpress" atau "Blogspot" dan sejauh ini, gw udah 3x bolak balik dari Blogspot, ke Wordpess, ke Wordpress CMS, sampe akhirnya balik lagi ke Blogspot. (Asli, saat nulis ini, gue masih mempertimbangkan untuk balik ke Wordpress)

Minggu kemarin, ada temen di kantor yang baru mulai blogging, dan tanpa sadar dorongan untuk menulis kembali menghentak.

Dan, inilah hasilnya.

I remove the old post.

Bukan karena gue malu dengan tulisan-tulisan lama gue, tapi gue malu dengan jeda antar post yang naudzubillah jauhnya. I wanna start fresh.

I wanna stick with the Blogspot.

Gue udah cape komparasi antara Wordpress dan Blogspot dan gue memutuskan untuk menerima apapun kekurangannya, fuh.

So,

Selamat Tahun Baru 2019, semoga lebih konsisten dan rajin menulis.

Malam Tahun Baruan di Mercure Hotel Cikini
Captured using Fujifilm X-T20 with 18-55mm lens. ISO 200, F14, 15sec



Read More
© 2019 - hil.my.id